Selasa, 03 Desember 2013

Komponen - Komponen Database


Komponen - Komponen Data Base

Pada postingan kali ini, saya akan membahas tentang Komponen Sistem Database (Sistem Basis Data). Dimana pengertian Database (Basis Data) sudah saya bahas pada postingan sebelumnya. 
Sebenarnya, komponen yang digunakan dalam Komponen Sistem Database (Sistem Basis Data) hampir sama dengan sistem informasi pada umumnya. Hanya saja dibedakan oleh pengguna. Karena tidak semua orang dapat berhubungan langsung dengan database.
 
Berikut adalah komponen database tersebut:
1. Data
Data dapat di artikan sebagai kumpulan dari berbagai macam file dari aplikasi - aplikasi yang berbeda yang di susun dengan cara menghilangkan bagian - bagian yang rangkap (redundant). Data disimpan secara terintegritas (integrated), dimana fakta satu dengan fakta lainnya saling berhubungan. Data dapat dipakai secara bersama-sama (shared), yaitu masing masing bagian dari data base dapat di akses oleh pemakai dalam waktu bersamaan sehingga kita dapat menggunakan data tersebut tanpa harus saling mengantri untuk menggunakan data tersebut.

2. Hardware
Merupakan alat atau perangkat komputer yang di gunakan untuk pengelolahan sistem data base itu yang berupa : 
a. Peralatan untuk penyimpanan, misalnya disk
b. Peralatan input dan output
c. peralatan komunikasi data dll

3. Software 
Berfungsi sebagai perantara antara pemakai dengan data pada database. Dalam hal ini bisa dikatakan software adalah nyawa. Contoh software tersebut adalah: Database Management System (DBMS) seperti Oracle Postgre, MySQL, dll. Sedangkan untuk program aplikasi untuk memanipulasi data, seperti SQL Editor, dll

4. User
Ialah siapa saja yang menggunakan database tersebut. Berikut dibagi menjadi3 klasifikasi untuk pengguna: 
a. Database Administrator (DBA), orang/team yang bertugas mengelola system database secara keseluruhan, 
b. Programmer,orang/team membuat program aplikasi yang mengakses database denganmenggunakan bahasa pemrograman tertentu, dan 
c. End User, orang yang mengakses database melalui terminal dengan menggunakan query language.

Itulah tadi Komponen - komponen Data Base jika ada kesalahan mohon di koreksi, Semoga Bermanfaat ....

Mengenal Microsoft Access


Mengenal Microsoft Access
Tentu Anda telah mengenal Microsoft Access, yaitu sebuah software aplikasi pengelolaan database yang termasuk atau tersedia dalam suite Microsoft Office (selanjutnya kita sebut Access saja). 

Pengenalan Access di sini dimaksudkan untuk menunjukkan kembali kepada Anda bagaimana sifat dan kondisi Access dalam kaitannya dengan keamanan.
Seperti Anda ketahui, Access adalah software "instan" yang tersedia dalam Microsoft Office. Dikatakan "instan" karena umumnya aplikasi-aplikasi dalam keluarga Microsoft Office mudah digunakan, mudah dipahami, lalu menjadi "enteng". Jika Anda ingin mengetik atau membuat dokumen, Anda tinggal menggunakan Word. Jika Anda ingin membuat perhitungan-perhitungan (kalkulasi), Anda tinggal menggunakan Excel. Nah, jika Anda ingin mengelola database "sederhana", maka Anda bisa menggunakan Access.

Access memang tergolong dalam software database kelas desktop, yang artinya file databasenya cukup ringan sehingga bisa dipasang pada desktop PC biasa, tidak membutuhkan komputer khusus seperti database server. Namun demikian, tidak sedikit aplikasi database yang merekam data transaksi yang cukup banyak menggunakan Access, dan file-file databasenya disimpan dalam komputer tersendiri yang berfungsi sebagai server. Ukuran database Access bisa mencapai hingga 2 GB per file database.

Dalam hal database, Access menyimpan table-table data dalam file database berekstensi .MDB atau .ACCDB (selanjutnya akan disebut MDB saja). Table data ini bisa diakses dari dalam file database itu sendiri maupun dari luar (dari file database/MDB lain atau oleh aplikasi lain). Database Access juga mendukung pemakaian secara multiuser.

Selain menyimpan table data, file database Access juga bisa menyimpan obyek-obyek database yang lain, yaitu: query, form, report, macro, module, dan relationship. Obyek-obyek database ini berfungsi membentuk program aplikasi. Dalam hal ini, sebuah file database Access bisa mengandung seluruh obyek (table data dan obyek-obyek aplikasi) secara sekaligus, namun bisa juga dipisahkan antara file database yang hanya mengandung table data dan file database yang mengandung obyek-obyek aplikasi. File database yang hanya mengandung table data sering disebut dengan Back End (BE), sedangkan file database yang hanya mengandung obyek-obyek aplikasi sering disebut Front End (FE). Antara BE dan FE dihubungkan dengan linked table (umumnya, namun bisa juga dihubungkan dengan tipe koneksi yang lain seperti ODBC).

Jika diperbandingkan dengan software pengembangan aplikasi database yang lain, FE Access bisa disamakan dengan, misalnya, VB, Delphi, atau PowerBuilder. FE Access yang juga berupa sebuah program aplikasi juga bisa di-compile menjadi "executable" dan bisa dijalankan secara "stand-alone". Tentu saja pengertian executable di sini tidak berarti harus menjadi/membentuk file .EXE yang bisa langsung berjalan tanpa perlu file-file yang lain, namun bisa dijalankan tanpa harus menginstal software Microsoft Access.

Di samping itu semua, tersedia juga cara menggunakan Access hanya sebagai FE saja, sementara BE atau databasenya menggunakan Microsoft SQL Server yang merupakan database server. Cara ini sangat spesial karena hubungan antara Access dengan SQL Server begitu dekat (tight-coupled), dan koneksi databasenya menggunakan native OLE DB. "Cara" ini disebut Access Project.
Mengapa Access Project disebut sangat spesial? Karena di sinilah terjadi "perkawinan" antara Microsoft Access yang sangat mudah dalam pembuatan program aplikasi dan kehandalan SQL Server sebagai database server kelas enterprise!

Sekarang, setelah Anda mengenal Microsoft Access dan sedikit perbandingan dengan software pemrograman aplikasi database yang lain, apakah Anda sudah melihat aspek-aspek yang memerlukan langkah-langkah pengamanan?

Secara sepintas, Anda mungkin akan merasa bahwa semua unsur-unsur yang dijelaskan di atas "biasa" saja dan tidak berbeda jauh dari software pemrograman aplikasi lainnya. Tetapi di sinilah letak perbedaan itu. Pada Access, Anda masih tetap perlu melindungi obyek-obyek database Anda, baik obyek table data maupun obyek-obyek program aplikasi. Pada Access, semuanya "terbuka" kecuali Anda "menutupnya".